• Tlp : ( 031 ) 99842200, 99842221
  • Email : tkijatim@gmail.com
upt

Berita

Delegasi Indonesia Kagum dengan Tata Kelola Pelayanan Publik Republik Azerbaijan

  • Kamis, 2019-06-27 - 10:38:27 WIB
  • Administrator
UPT

Jatim Newsroom - Peserta anggota delegasi dari berbagai negara yang mengikuti United Nations Public Service Forum and Award (UNPSFA) 2019 yang diselenggarakan di Kota Baku ibukota  Republik Azerbaijan merasa kagum dengan keberhasilan dalam menerapkan pelayanan publik yang mudah, murah, efektif, responsif dan berkualitas meski negara ini baru berusia 18 tahun.

Republik Azerbaijan berdiri sejak lepas dari hegemoni Uni Soviet pada tahun 1991, berbekal komitmen tinggi dari seluruh pimpinan negaranya dalam melakukan pengelolaan pembangunan yang  berkualitas dan berkelanjutan maka negara yang penduduknya mayoritas muslim ini, ditunjuk oleh  Badan PBB tentang ekonomi dan sosial sebagai tuan rumah UNPSFA, yang merupakan forum resmi tahunan PBB untuk pertemuan penghargaan pelayanan publik ini.

Seluruh aktivitas forum seminar dan penghargaan bertujuan untuk mendorong pencapian prinsip-prinsip dasar pembangunan berkelanjutan( Sustainable Development Goals/SDGs).

Pimpinan rombongan Provinsi Jatim, Plt. Asisten I Setdaprov Jatim, Himawan Estu Bagijo mengungkapkan kekaguman para anggota delegasi dari negara-negara peserta UNPSF  yang datang di ibukota Baku ini, dengan standar pelayanan publik yang diterapkan oleh negara yang berada di kaukus Asia tengah ini.

"Saya menggaris bawahi ucapan Presiden Azerbaijan Ilham Aliyev dalam pidato seremonial pembukaan UNPSF yang mengatakan Negara Hadir Untuk Rakyat Bukan Sebaliknya tegas Presiden yang sudah menjabat 10 tahun arau 4 periode ini," terang Himawan, Selasa (25/06).

Pejabat Eselon II yang juga menjabat Kadisnakertrans menambahkan ia bersama anggota rombongan dari Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dari Pemprov Jatim maupun Pemerintah Daerah lainnya, selama empat hari ini mengikuti  seminar dari narasumber pakar pelayanan publik dunia dan juga berbagi informasi dan pengalaman dari negara lain dalam menerapkan pelayanan publik oleh negara maju maupun berkembang serta dari Badan PBB urusan ekonomi dan sosial, yang khusus menangani tentang pelayanan publik.

Dicontohkannya, seminar yang mempresentasikan  terutama bagi negara berkembang, untuk mencapai tujuan pembangunan berkelanjutan melalui penyampaian layanan yang efektif, transformasi inovatif dan lembaga-lembaga yang bertanggung jawab. Catatan terbaru, pemerintah di seluruh dunia menyadari peran pemerintah digital dan teknologi secara umum dalam mendorong pertumbuhan ekonomi, inklusi sosial dan perlindungan lingkungan, tiga pilar pembangunan berkelanjutan.

"Era digital dalam pelayanan publik ini menurut saya memerlukan konektivitas, akses, kompetensi, dan kapasitas untuk memanfaatkan teknologi baru tersebut terutama bagi negara berkembang," ujarnya, seperti yang ia katakan saat diwawancarai oleh stasiun TV lokal di Azerbaijan. (pno)