• Tlp : ( 031 ) 99842200, 99842221
  • Email : tkijatim@gmail.com
upt

Berita

Jepang Buka 14 Sektor Pekerjaan bagi Pekerja Migran

  • Rabu, 2019-06-19 - 10:18:10 WIB
  • Administrator
UPT

Pemerintah Jepang membuka peluang masuknya tenaga kerja asing (TKA) di 14 sektor pekerjaan. Selain kepada tenaga kerja asal Indonesia, peluang kerja tersebut juga akan diberikan kepada negara Asia lain. Sedangkan, Belanda dan Amerika juga mulai melirik tenaga kerja asal Indonesia. Rencana pemerintah Jepang dalam penerimaan TKA disampaikan oleh Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, ketika bersama Menteri Ketenagakerjaan Hanif Dhakiri dan Kepala BNP2TKI Nusron Wahid menemui Wapres Jusuf Kalla, Kamis (28/3).

Dalam pertemuan tersebut, ketiganya membahas persiapan mengirim TKI ke Jepang. "Jadi, pak Menteri Tenaga Kerja, pak Kepala BNP2TKI, dan saya dipanggil oleh pak Wapres. Kami membahas mengenai undang-undang keimigrasian untuk tenaga kerja asing, yang akan bekerja di Jepang,"ujar Retno usai pertemuan.

Pada bulan Oktober 2018, sedikitnya 20 perusahaan asal Jepang, mengikuti Japan Career Expo dan University Collaboration 2018 yang digelar di Balai Besar Pengembangan Latihan Kerja Chevest Bekasi, Jawa Barat. Siaran pers Kemnaker menyebutkan perusahaan-perusahaan Jepang itu secara langsung membuka kesempatan kerja dan berharap dapat menemukan tenaga kerja Indonesia yang bersedia bekerja di perusahaannya di Jepang untuk memenuhi kebutuhan tenaga kerjanya. Perdana Shinzo Abe telah menyetujui RUU yang lebih memudahkan pekerja asing untuk bekerja di Jepang.

Setelah RUU ini disahkan, diperkirakan akan ada tambahan 500.000 pekerja asing profesional yang bisa bekerja di Negeri Sakura. Perusahaan-perusahaan tersebut bergerak di berbagai bidang, seperti infrastruktur, manufaktur, IT, industri makanan, pertanian, pengolahan air, sampah, dan energi, kesehatan, properti, kosmetik, industri kreatif, serta pendidikan dan pelatihan. "Kesempatan kerja dari perusahaan-perusahaan ini harus dimanfaatkan secara optimal oleh para pencari kerja di Indonesia," kata Dirjen Binalattas Bambang Satrio Lelono.

Upaya rekrutmen pekerja migran terampil asal Indonesia ke Jepang ini didasarkan kerja sama antara Kemnaker, ASEAN Nagoya Club Japan dan sejumlah perguruan tinggi di Indonesia. Ïni merupakan upaya pemerintah untuk merebut posisi kerja profesional ke luar negeri," katanya.

Bambang meminta setiap pencari kerja yang mengikuti seleksi di Japan Career Expo memaksimalkan peluang kerja dan menjaga nama baik Indonesia. Bambang juag berharap ke depannya kerja sama bidang ketenagakerjaan yang sudah terjalin baik antara Indonesia dengan Jepang terus meningkat. "Ke depa kita harap kerja sama penempatan tenaga kerja profesional dan pemagangan sebagai salah satu upaya percepatan peningkatan kompetensi terus meningkat,"ungkap Bambang.

President Director ASEAN Nagoya Club Takashi Ori berharap kerja sama ini bisa dterus berlanjut dan menguntungkan kedua belah pihak. Takasia berharap, agenda ini bisa meningkatkan kerja sama antara Jepang dan Indonesia di bidang ketenagakerjaan. "Semoga ada beberapa kerja sama ke depan yang bisa kita lakukan, saya selaku perwakilan dari Jepang sangat berterima kasih,"ujar Takashi.