Loading...

24 PMI Bermasalah Asal Jatim Deportasi dari Malaysia Tiba di Shelter Bendul Merisi Surabaya

Berita 30-06-2021
Depan Portal Berita 24 PMI Bermasalah Asal Jatim Deportasi dari Malaysia Tiba di Shelter Bendul Merisi Surabaya

24 PMI Bermasalah Asal Jatim yang di Deportasi dari Malaysia Tiba di Shelter Bendul Merisi Surabaya.

Surabaya 29/06/2021. Sebanyak 24 PMI Bermasalah asal Jatim dari Malaysia telah tiba di shelter UPT P2TKI Disnakertrans Jatim Jl. Bendul Merisi No.2 Surabaya. Pemulangan PMI Bermasalah ini merupakan kelompok 1 yang berjumlah 145 orang dalam program Deportasi pemerintah Malaysia yang direncanakan memulangkan 7.300 orang ke Indonesia.

Pemerintah Indonesia melalui Kemnlu, Kemnaker, BP2MI dan Kemensos bekerjasama untuk kelancaran program pemulangan PMI Bermasalah tersebut dengan titik point kedatangan awal ke bandara Soekarno Hatta Jakarta. Selanjutnya setelah didata oleh BP2MI, Kemensos dan Dukcapil para PMI Bermasalah tersebut masuk karantina wisma atlit selama 5 hari. Apabila telah dinyatakan negatif hasil ujiswabtestnya maka difasilitasi BP2MI kepulangannya menggunakan moda bus Damri bagi asal daerah yang dapat ditempuh darat dan moda pesawat bagi asal daerah luar Jawa.
Khusus 24 orang PMI Bermasalah yang tiba di shelter Bendul Merisi Surabaya berasal dari kab  trenggalek 1 orang, kab tulungagung 1 orqng, kota pasuruan 1 orang, kota surabaya 4 orang, kab malang 1 orang, kab sampang 4 orang, kab situbondo 1 orang, kab bondowoso 1 orang, kab madiun 1 orang, kab banyuwangi 1 orang, kab lumajang 1 orang, kab tuban 1 orang, kab blitar 2 orang, kab probolinggo 1 orang, kab pamekasan 1 orang dan kab jombang 1 orang. Rata-rata para PMI Bermasalah dideportasi karena overstay atau tidak memiliki dokumen kerja.

Khusus kepulangan 145 orang Kelompok 1 PMI Bermasalah ini termasuk katagori rentan diantaranya karena sakit, lansia, ibu dan bayi. Untuk itu, diambil kebijakan oleh tim BP2MI surabaya dan UPT P2TK Disnakertrans Jatim,  center point kedatangan di shelter bendul merisi selain pertimbangan telah memiliki surat keterangan sehat dari satgas karantina di Jakarta.
Dan kepulangan ke daerah asal nantinya akan di jemput oleh tim disnaker kab/kota. Kepada para PMI Bermasalah tersebut disampaikan pentingnya melanjutkan karantina mandiri didaerah asal selama 14 hari, melaporkan kedatangan ke kades/puskesmas dan disarankan mengurus dokumen yang prosedural saat memilih bekerja kembali ke luar negeri.( bud/06/21).

Artikel Terkait